Penelusur

Jumat, 28 Mei 2010

Hasan Bashri

Putra Jagat Online: Di komunitas sufi, Hasan Basri sudah tidak asing lagi, rasanya hampir semua santri hingga syekh, mursyid, kiyai dan ustadz telah mengenal sejarahnya, karena terlalu sering diceritakan di hampir setiap pertemuan pengajian, seolah beliau merupakan salah satu idola para sufi dewasa ini. Namun agar sejarah beliau dapat diabadikan sebagai bahan kaji ulang dalam mengulang-ulang kaji, rasanya tidaklah salah jika sejarah beliau turut dioret-oret di situs ini, sebagai study banding diri untuk media pemicu diri lebih aktif mensucikan diri sebagaimana layaknya para sufi tercerahkan. Untuk itu, mari kita ulangi sejarahnya berikut ini, semoga bermanfaat.

Biografi Singkat Hasan Al-Bashri

Menurut berbagai sumber hasil penelusuran penulis, beliau sesungguhnya bernama Abu Sa'id Al-Hasan bin Yasar, lahir di Madinah, belum diketahui hari/tanggal/jam lahirnya, kelak akan kita sempurnakan tulisan ini setelah ditemukan, karena penulis hanya temukan tahun lahirnya saja, yaitu di tahun 21 H/632 M, wafat pada hari kamis, tanggal 10 rajab 110 H/728 M. Ayahnya bernama Yasar dan ibunya bernama Khoiroh, beliau dilahirkan ibunya di rumah Ummu Salamah (salah seorang Istri Rasul saw yang nama sebenarnya adalah Hindun binti Suhail) tepat pada dua malam sebelum Khalifah Umar bin Khoththob wafat. Beliau pernah menyusu kepada Ummu Salamah, karena Khoiroh pernah menjadi salah seorang pembantu rumah tangga Ummu Salamah. Yang memberinya nama Hasan adalah Ummu Salamah, atas permintaan Khoiroh, kemudian dibesarkan di bawah asuhan dan didikan Ummu Salamah di rumah Ummu Salamah, karena Hasan Bashri semasa kecilnya tinggal di rumah Ummu Salamah atas permintaan Ummu Salamah sebagai tanda betapa cinta dan sayangnya Ummu Salamah kepada putra pembantunya itu, kemudian dalam perjalanan hidup Hasan Bashri pernah berguru kepada para istri Rasul dan 70 orang sahabat Rasul yang turut menyaksikan perang badar dan pernah bertemu dengan 300 sahabat Rasul yang lainnya.

Pada usia 14 tahun, Al-Hasan pindah bersama orang tuanya ke kota Basrah, Iraq, dan menetap di sana. Dari sinilah Al-Hasan mulai dikenal dengan sebutan Hasan Al-Basri. Basrah kala itu terkenal sebagai kota ilmu dalam Daulah Islamiyyah. Masjid-masjid yang luas dan cantik dipenuhi halaqah-halaqah ilmu. Para sahabat dan tabi’in banyak yang sering singgah ke kota ini. Di Basrah, Hasan Al-Basri lebih banyak tinggal di masjid, mengikuti halaqah-nya Ibnu Abbas. Dari beliau, Hasan Al-Basri banyak belajar ilmu tafsir, hadist dan qiro’at. Sedangkan ilmu fiqih, bahasa dan sastra dipelajarinya dari sahabat-sahabat yang lain. Ketekunannya mengejar dan menggali ilmu menjadikan Hasan Al-Basri sangat ‘alim dalam berbagai ilmu. Ia terkenal sebagai seorang faqih yang terpercaya.

Keluasan dan kedalaman ilmunya membuat Hasan Al-Basri banyak didatangi orang yang ingin belajar langsung kepadanya. Nasihat Hasan Al-Basri mampu menggugah hati seseorang, bahkan membuat para pendengarnya mencucurkan air mata. Nama Hasan Al-Basri makin harum dan terkenal, menyebar ke seluruh negeri dan sampai pula ke telinga penguasa.

Ketika Al-Hajaj ats-Tsaqofi memegang kekuasan gubernur Iraq, ia terkenal akan kediktatorannya. Perlakuannya terhadap rakyat terkadang sangat melampaui batas. Nyaris tak ada seorang pun penduduk Basrah yang berani mengajukan kritik atasnya atau menentangnya. Hasan Al-Basri adalah salah satu di antara sedikit penduduk Basrah yang berani mengutarakan kritik pada Al-Hajaj. Bahkan di depan Al-Hajaj sendiri, Hasan Al-Basri pernah menguta¬rakan kritiknya yang amat pedas.

Saat itu tengah diadakan peresmian istana Al-Hajaj di tepian kota Basrah. Istana itu dibangun dari hasil keringat rakyat, dan kini rakyat diundang untuk menyaksikan peresmiannya. Saat itu tampillah Hasan Al-Basri menyuarakan kritiknya terhadap Al-Hajaj: “Kita telah melihat apa-apa yang telah dibangun oleh Al-Hajaj. Kita juga telah mengetahui bahwa Fir’au membangun istana yang lebih indah dan lebih megah dari istana ini. Tetapi Allah menghancurkan istana itu karena kedurhakaan dan kesombongannya.” Kritik itu berlangsung cukup lama. Beberapa orang mulai cemas dan berbisik kepada Hasan Al-Basri, “Ya Abu Sa’id, cukupkanlah kritikmu, cukuplah!” Namun beliau menjawab, “Sungguh Allah telah mengambil janji dari orang-orang yang berilmu, supaya menerangkan kebenaran kepada manusia dan tidak menyembunyikannya.”

Begitu mendengar kritik tajam tersebut, Al-Hajaj menghardik para ajudannya, “Celakalah kalian! Mengapa kalian biarkan budak dari Basrah itu mencaci maki dan bicara seenaknya? Dan tak seo¬rangpun dari kalian mencegahnya? Tangkap dia, hadapkan kepadaku!” .

Semua mata tertuju kepada sang Imam dengan hati bergetar. Hasan Al-Basri berdiri tegak dan tenang menghadapi Al-Hajaj bersama puluhan polisi dan algojonya. Sungguh luar biasa ketenan¬gan beliau. Dengan keagungan seorang mu’min, izzah seorang muslim dan ketenangan seorang da’i, beliau hadapi sang tiran.

Melihat ketenangan Hasan Al-Basri, seketika kecongkakan Al-Hajaj sirna. Kesombongan dan kebengisannya hilang. Ia langsung menyambut Hasan Al-Basri dan berkata lembut, “Kemarilah ya Abu Sa’id …” Al-Hasan mendekatinya dan duduk berdampingan. Semua mata memandang dengan kagum.

Mulailah Al-Hajaj menanyakan berba¬gai masalah agama kepada sang Imam, dan dijawab oleh Hasan Al-Basri dengan bahasa yang lembut dan mempesona. Semua pertanyaan¬nya dijawab dengan tuntas. Hasan Al-Basri dipersilakan untuk pulang. Usai pertemuan itu, seorang pengawal Al-Hajaj bertanya, “Wahai Abu Sa’id, sungguh aku melihat anda mengucapkan sesuatu ketika hendak berhadapan dengan Al-Hajaj. Apakah sesungguhnya kalimat yang anda baca itu?” Hasan Al-Basri menjawab, “Saat itu kubaca: Ya Wali dan PelindungKu dalam kesusahan. Jadikanlah hukuman Hajaj sejuk dan keselamatan buatku, sebagaimana Engkau telah jadikan api sejuk dan menyelamatkan Ibrahim.”

Nasihatnya yang terkenal diucapkannya ketika beliau diundang oleh penguasa Iraq, Ibnu Hubairoh, yang diangkat oleh Yazid bin Abdul Malik. Ibnu Hubairoh adalah seorang yang jujur dan sholeh, namun hatinya selalu gundah menghadapi perintah-perintah Yazid yang bertentangan dengan nuraninya. Ia berkata, “Allah telah memberi kekuasan kepada Yazid atas hambanya dan mewajibkan kita untuk mentaatinya. Ia sekarang menugaskan saya untuk memerintah Iraq dan Parsi, namun kadang-kadang perintahnya bertentangan dengan kebenaran. Ya, Abu Sa’id apa pendapatmu? Nasihatilah aku …”

Berkata Hasan Al-Basri, “Wahai Ibnu Hubairoh, takutlah kepada Allah ketika engkau mentaati Yazid dan jangan takut kepada Yazid¬ketika engkau mentaati Allah. Ketahuilah, Allah membelamu dari Yazid, dan Yazid tidak mampu membelamu dari siksa Allah. Wahai Ibnu Hubairoh, jika engkau mentaati Allah, Allah akan memeliharamu dari siksaan Yazid di dunia, akan tetapi jika engkau mentaati Yazid, ia tidak akan memeliharamu dari siksa Allah di dunia dan akhirat. Ketahuilah, tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam ma’siat kepada Allah, siapapun orangnya.” Berderai air mata Ibnu Hubairoh mendengar nasihat Hasan Al-Basri yang sangat dalam itu.

Pada malam Jum’at, di awal Rajab tahun 110H, Hasan Al-Basri memenuhi panggilan Robb-Nya. Ia wafat dalam usia 80 tahun. Penduduk Basrah bersedih, hampir seluruhnya mengantarkan jenazah Hasan Al-Basri ke pemakaman. Hari itu di Basrah tidak diselenggarakan sholat Ashar berjamaah, karena kota itu kosong tak berpenghuni.

www.putrajagatonline.blogspot.com

Kamis, 27 Mei 2010

Batu Apung Di Palestina


Putra Jagat Online: "Para komunitas orientalis menyatakan batu apung ini merupakan keajaiban dunia, tetapi saya berkata bahwa batu apung ini merupakan keajaiban Allah, karena dia merapung semata karena kebesaran Allah juga. Batu apung ini dapat kita lihat di samping Masjid Al-Aqsho Palestina. Batu ini sebelum ada Nabi Muhammad saw tidaklah merapung seperti ini, dia merapung sejak Muhammad saw berwisata spiritual ke Masjid Al-Aqsho pada saat peristiwa isra' wal mi'raj. Di kala Rasul akan mi'raj memenuhi panggilan Allah itulah Rasul duduk berzikrullah di atas batu ini, karena sang batu sangat cinta kepada Rasul dan terasa olehnya bahwa Rasul akan berwisata spiritual menghadap Allah langsung ke Sidratul Muntaha, sang batu pingin ikut dan batu ini lekat di pantat Rasul, sambil senyum Rasul pakai bahasa batu dengan menghentakkan kakinya satu kali ke batu ini sebagai isyarat Rasul kepada batu untuk tidak ikut bersama Rasul, karena batu ini cukup sebagai bukti sejarah pernahnya Rasul berwisata spiritual ke Masjid Al-Aqsho untuk persiapan diri menembus langit, efek dari hentakan kaki Rasul dan semangat batu pingin ikut dengan Rasul itulah batu ini jadi merapung, terjadi was-was dalam diri batu ini, ingin kembali ke bumi memenuhi perintah Rasul tetapi ingin ikut mengawal kepergian Rasul tercinta ke langit, dalam kondisi was-was itulah sang batu jadi merapung hingga hari kiamat tiba. Allahu a'lam bissawaf, ini merupakan hasil terawangan Kiyai Mas Gun. Jadi kalau kita tidak ingin merapung seperti batu ini, mari hindari was-was dalam diri, begitu kata Kiyai Mas Gun mengakhiri ceritanya." www.putrajagatonline.blogspot.com

Anugerah Cinta


Putra Jagat Online: "Cinta itu merupakan anugerah ilahi, merupakan bias cinta Allah kepada segala ciptaanNya, karena Allah menciptakan segalanya dengan sepenuh cintaNya, namun kadang kala ada saja yang diciptaNya itu tidak mencintaiNya, tetapi Dia hanya senyum saja memandang tingkah pola ciptaanNya nan acap sekali lupa kepadaNya." www.putrajagatonline.blogspot.com

Selasa, 25 Mei 2010

Islamnya Penyanyi Rap Prancis

Biodata :
Nama : Melanie Georgiades
Nama Pop : Diam's
Lahir : Paris
Tanggal : 25 Juli 1980
Pekerjaan : Penyanyi Rap
Masuk Islam : 2009
Penghargaan :
- Best French Act dalam ajang MTV Europe Music Awards (2006);
- Album Terbaik untuk Inside My Bubble dalam ajang NRJ Music Award (2006);
- Penyanyi Terbaik NRJ Music Award;
- Lagu Terbaik (The Moron).

"Saya belum menemukan solusi untuk penyelesaian masalah yang selama ini dihadapi, baik dari psikiater maupun dokter jiwa. Namun, hanya saya dapatkan di agama Islam.'' Majalah Paris Match edisi 8 Oktober 2009 lalu, dalam salah satu artikelnya menurunkan tulisan mengenai keputusan penyanyi Rap asal Prancis, Diam's alias Melanie Georgiades untuk mengenakan jilbab. Semenjak mengenakan jilbab, Diam's tidak pernah meninggalkan rumah tanpa menutupi rambutnya.

Tak hanya itu, rapper Prancis ini juga menolak bersalaman dan berciuman dengan selain muhrimnya. Paris Match juga melaporkan perihal aktivitas Diam's yang tengah mengikuti shalat Jumat di Masjid Gennevilliers yang selama ini terkenal menyebarkan Islam secara toleran, sehingga dapat diterima oleh masyarakat setempat.

Sebelumnya majalah berita mingguan di Prancis ini pernah memuat foto Diam's yang mengenakan jilbab dan keluar dari sebuah masjid di wilayah ibu kota Paris. Foto tersebut diambil secara sembunyi-sembunyi oleh fotografer majalah tersebut pada 8 September 2009 lalu, ketika Diam's baru keluar dari Masjid Gunfille di bilangan Timur Laut Paris, dengan ditemani suaminya. Dalam foto itu, Diam's berpenampilan sangat kontras dari penampilan-penampilannya di layar televisi sebagai penyanyi rap. Kali ini, Diam's sungguh terlihat sebagai seorang Muslimah tulen dengan mengenakan baju kurung (abaya) dan jilbab panjang berwarna hitam.

Majalah dengan tiras yang sangat luas di Prancis ini pernah meminta konfirmasi sekitar alasan Diam's memeluk Islam, namun dia menolak untuk memberikan komentar sekitar kepindahan agamanya itu. Majalah itu mengatakan bahwa perubahan secara drastis dalam hidup Diam's terjadi setelah dua bulan pesohor Prancis itu menikah dengan pemuda Muslim bernama Aziz. Ditambahkan, kepindahan agama Diam's karena yang bersangkutan akhir-akhir ini tengah mengalami depresi besar seiring dengan ketenaran dan kesuksesan yang diraihnya.

Kondisi tersebut, sebagaimana dikutip dari Paris Match, membuat Diam's mengisolasi diri dan melakukan pencarian alternatif yang tepat untuk hidupnya.

''Saya belum menemukan solusi untuk penyelesaian masalah yang selama ini dihadapi, baik dari psikiater maupun dokter jiwa. Namun, hanya saya dapatkan di agama Islam.''

Menurut kesaksian sebagian temannya, masuk Islamnya Diam's karena dia banyak berteman dengan para artis keturunan imigran. Terutama teman dekat perempuannya, artis Prancis berdarah Maroko, Amel Bent, dan artis gaek, Jamal Dabouz, yang banyak mendukung karier keartisannya selama ini.

Paris Match juga menceritakan kondisi Diam's saat masih kecil, khususnya setelah kedua orang tuanya yang beragama Katolik bercerai, dan setelah upaya bunuh diri Diam's pada usia 15 tahun. Sebagaimana pengakuan Diam's, ''Kemasyhuran dan kekayaan tidak membuat saya tenteram sesuai yang diinginkan, dan saya hanya mendapatkan solusinya dari Allah SWT.''

Karier musiknya
Dilahirkan di Siprus, Yunani, pada 25 Juli 1980, dari bapak dan ibu berkebangsaan Prancis. Setelah orang tuanya bercerai, Diam's yang masih balita diasuh dan tinggal bersama ibunya di salah satu distrik di Paris, yakni Essonne. Karier Diam's di dunia musik, khususnya jenis musik rap dan hip hop, dimulai bersama grup musik amatiran di sebuah distrik di Paris sejak 1994. Dan, dalam beberapa tahun berkat suaranya yang khas dan memiliki kekuatan karakter, lagu rap Diam's banyak diminati para penikmat musik rap di dalam dan luar Prancis.

Pada 2005, Diam's memulai debutnya sebagai penulis lagu dengan karyanya yang berjudul ''Ma Philosophie''. Lagu ''Ma Philosophie'' ini dipopulerkan oleh bintang pop idola Prancis, Amel Bent. Pada tahun yang sama, ia juga diketahui pernah berkolaborasi dengan penyanyi berdarah Indonesia, Anggun C Sasmi, untuk lagunya ''Juste etre Une Femme (Just to be a Woman)'', yang sering dimunculkan dalam versi Prancis.

Berbagai macam penghargaan pernah diraih Diam's, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Album Brut de Femme yang dirilis pada 2003 merupakan salah satu debutnya di indusrtri musik Prancis yang berhasil mendapatkan penghargaan emas atas prestasi penjualan album. Pada 2006, ia memenangkan penghargaan untuk Best French Act dalam ajang MTV Europe Music Awards.

Album Dans Ma Bulle (Inside my Bubble) yang dirilis pada Februari 2006 mendapat penghargaan sebagai album terbaik dalam NRJ Music Awards 2006, yakni sebuah ajang penghargaan tertinggi bagi para insan musik Prancis. Dalam ajang yang sama, Diam's juga dinobatkan sebagai penyanyi terbaik, sementara lagu ''La Boulette (The Moron)'' yang merupakan single pertama dari album Dans Ma Bulle ditetapkan sebagai lagu terbaik.

Di Prancis, Diam's juga terkenal karena aktivitas politiknya. Lirik-lirik lagu yang dibawakan Diam's kerap menyinggung mengenai isu-isu politik yang tengah hangat di negara mode tersebut. Isi bait lagunya, antara lain, berupa dukungan terhadap para warga imigran, dan perlawanan terhadap perlakuan diskriminasi dari kelompok garis kanan Prancis di bawah pimpinan Jean-Marie Le Pen. Bahkan, putri Le Pen, Marine, pernah mengajak berdialog langsung artis rap ini sekitar permasalahan imigran. Tetapi Diam's tidak mengindahkan ajakan tersebut.

Tidak hanya Le Pen, Presiden Prancis saat ini, Nicolas Sarkozy, diketahui juga menjadi salah satu petinggi di negara tersebut yang mendapat kritikan dalam bait-bait lagu yang dinyanyikan Diam's. Lagu-lagu Diam's ini memang kerap diputar dalam propaganda amnesti internasional.

Tetap bermusik
Sekalipun telah menjadi Muslimah dan mengenakan jilbab dalam arti yang sebenarnya, bukan berarti karier musik Diam's akan surut dan tenggelam. Diam's dikabarkan akan tetap bermusik, namun dia akan membawakan genre musik yang berbeda, tentunya. Sekarang pun, Diam's tengah menyiapkan album barunya yang bertema Anak-Anak Sahara, yang mengisahkan bencana kelaparan dan penderitaan yang dialami oleh anak-anak di alam Sahara, Benua Afrika.

Dalam sebuah klip terbarunya, Diam's tetap membawakan lagu-lagu rap, namun dengan gaya dandanan yang tampak berbeda dari sebelumnya. Dalam setiap penampilan barunya kini ia selalu mengenakan tutup kepala, berbusana menutupi seluruh bagian auratnya, serta memakai syal (serban) khas Palestina yang sudah dimodis.

Keislaman artis Diam terjadi setelah beberapa tahun ini media massa dan du nia politik terutama di Barat banyak menyoroti tentang Islam, terutama pascaperistiwa 11 September 2001 silam. Sorotan yang sama oleh media massa Prancis menimpa pe main sepak bola Franck Ribery yang memilih Islam sebagai aga ma barunya, dan menikah de ngan perempuan keturunan Maroko.

Data statistik Prancis menyatakan, rata-rata orang yang memeluk Islam di Prancis per tahunnya berkisar 3.500 orang. Adapun jumlah keseluruhan yang masuk Islam di Prancis berdasarkan statistik resmi dan tepercaya berkisar 50 ribu orang. Namun, Ormas Islam di Prancis menyatakan bahwa jumlah muallaf berlipat ganda dari data statistik resmi yang diterbitkan oleh pemerintah.

Sumber Kisah:
http://www.mualaf.com/kisah-a-pengalaman/muallaf-foreigner/5676-melanie-georgiades-islamnya-penyanyi-rap-prancis

Jumat, 14 Mei 2010

Tenang Setelah Berjilbab

Putra Jagat Online: Saya punya cerita salah seorang putri jagat tangguh. Dinilai tangguh karena keberaniannya mengambil keputusan dan hijrah dari perilaku lama yang dianggap budaya kuno (berbusana bagai siti hawa) ke budaya moderen (berbusana tutup aurat alias jilbab), ingin tahu? Niii ikuti kisahnya.

Masih ingat Nella Regar? Artis yang pernah beken menemani Rano Karno bernyanyi pada tahun 1980-an telah berhijrah. Ia menutup tubuhnya dengan busana Muslim. ''Saya kini lebih tenang,'' katanya saat dihubungi beberapa hari lalu. Sudah sekian lama ia berbaju panjang plus jilbab dan berharap tetap teguh dengan pendiriannya. ''Makanya saya terus berdoa.'' Untuk memperteguh niatnya, ia menghadiri berbagai pengajian termasuk pengajian artis Arafah bersama Nia Daniati dan Ismi Azis. Ia duduk sebagai bendahara Yayasan Arafah.

Direncanakan tak jadi. Tak direncanakan malah direstui. Begitu cerita dia tentang niatnya memakai busana Muslimah. Ia pernah mencoba berbusana Muslimah tahun 1997. Kala itu ia baru saja pulang umrah. ''Waktu itu mungkin niat saya belum kuat. Belum istiqamah,'' ujarnya. Maka setelah 40 hari, ia melepasnya.

Tahun 2001, ia tak punya rencana. Namun dorongan untuk berbusana Muslim makin kuat. Ia pun mengemukakan niatnya berkerudung kepada suaminya Faizal Ridha. Suaminya mengizinkan.

Tapi, katanya, untuk even tertentu ia diminta melepas kerudungnya. Nella merasa suaminya belum ikhlas. Maka ia konsultasi dengan guru ngajinya. Kepada Nella, sang ustadz mengatakan istri memang harus tunduk pada suami. Tapi untuk menutup aurat, perintah datang dari Tuhan. Sebagai hamba, ia harus patuh. Nella masih belum berani melakukannya.

Dia pun masih membeli dua baju dengan potongan agak seksi. Warnanya biru dan ungu. Dua hari kemudian, anaknya Muthia Khansa (ketika itu berusia 6 tahun) harus menghadiri pesta ulang tahun di Mc Donalds Pondok Indah. Sore hari, katanya, ia mulai bersiap. Baju biru yang baru saja dibeli sudah ia letakkan di tempat tidur. Putrinya menunggu. Namun setelah mandi dan berhias, ia malah menuju lemari. Tanpa sadar, katanya, ia mengambil baju panjang dan memakai jilbab. Bukan selendang sebagaimana ia kenakan. Baju birunya ia biarkan tergeletak.

Putrinya yang duduk di SD Al Izhar Pondok Labu heran. Ia menyangka ibunya hendak pergi ke pengajian. Padahal, Khansa membujuk untuk hadir di ulang tahun. Dengan busana Muslim itu ia datang ke Pondok Indah. Rekannya sesama ibu menanyakan apakah ia hendak ke pengajian. Lagi-lagi ia menganggukkan kepala. Telanjur sayang. Ia tak mau lagi melepas kerudungnya. Ternyata suaminya malah mendukung. ''Malah sekarang ia selalu mengingatkan jika baju saya agak ketat.''

Busana Muslim memang bertolak belakang dengan dunia selebritis. Ia harus menutup aurat sementara tuntutan dalam dunianya adalah glamour dan seksi. Namun ia telah bersikap. Ibu dari Muthia Khansa dan Mohammad Riza Irsyad Billah ini nyaris meninggalkan dunianya terdahulu. ''Ya, 75 persen, saya jadi ibu rumah tangga.'' Hanya sesekali ia menerima tawaran menyanyi. Itupun jika ia diizinkan berbusana Muslim. Begitu juga dengan sinetron.

Beberapa waktu lalu ia ditawari main sinetron. Ia datang untuk negosiasi. Setelah selesai, ia minta diperlihatkan kostum. ''Saya ingin melihat warnanya agar bisa menyiapkan jilbab yang sesuai.'' Ternyata kru sinetron mengatakan ia harus melepas kerudungnya. Padahal, katanya, dalam sinetron ia berperan sebagai dosen. Busana, katanya, tak terlalu masalah. Tapi produser menginginkan lain. Ia pun mengundurkan diri. ''Tokohnya memang lain, tapi tubuhnya kan tetap saja Nella Regar,'' tegasnya.

Kini, mimpinya adalah membuat album lagu-lagu Islam. ''Saya ingin punya lagu yang bagus dan sarat nuansa keimanan.'' Namun ia yakin itu tak mudah. Lagu rohani tak telalu komersil hingga tak banyak produser yang melirik. Tapi, rizki memang kuasa Tuhan. Setelah berkerudung, ia malah menemukan peluang bisnis. Dari padu-padan busana, ia mulai menciptakan model busana yang akan dikenakan. Belakangan banyak yang menanyakan pakaiannya. Dengan penjahit kepercayaan, ia pun memulai bisnis busana Muslim. Khansa by Nella Regar namanya. ''Promosinya dari mulut ke mulut.''

Sumber Cerita:
www.mualaf.com/kisah-a-pengalaman/pengalaman-rohani/36-Pengalaman Rohani/5604-nella-regar-tenang-dalam-balutan-busana-muslim



Selasa, 17 November 2009

Tugas Putra Putriku

Putra Jagat Online: Dari Mas Gun diinformasikan tentang tugas pembuatan makalah mahasiswa Semester I (satu) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Sibolga Tahun Akademi 2009/2010, judul disesuaikan dengan nomor urut pada absen di lokal masing-masing sebagaimana tercantum di bawah ini:

1. Study Tentang Pengertian Al-Hadits Dan 10 Contoh Al-Hadits.
2. Study Tentang Pengertian Assunnah Dan 10 Contoh Hadits Sunnah.
3. Study Tentang Pengertian Khobar Dan 10 Contoh Hadits Khobar.
4. Study Tengang Pengertian Atsar Dan 10 Contoh Hadits Atsar.
5. Study Tentang Hadits Qouli Dan 10 Contohnya.
6. Study Tentang Hadits Fi'li Dan 10 Contohnya.
7. Study Tentang Hadits Hammi Dan 10 Contohnya.
8. Study Tentang Hadits Ahwali Dan 10 Contohnya.
9. Study Tentang Ilmu Hadits.
10. Study Tentang 'Ulumul Hadits.
11. Study Tentang 'Ulum Al-Hadits.
12. Ilmu Riwayatul Hadits.
13. Ilmu Dirayatul Hadits.
14. Ilmu Rizalul Hadits.
15. Ilmu Al-Jarh Wa At-Ta'dilul Hadits.
16. Ilmu Tarikh Ar-Ruwatul Hadits.
17. Ilmu 'illatul Hadits.
18. Ilmu An-Nasikh Wa Al-Mansukhil Hadits.
19. Ilmu Asbabul Wurudil Hadits.
20. Ilmu Ghoribul Hadits.
21. Ilmu At-Tashif Wat Tahriful Hadits.
22. Ilmu Mukhtaliful Hadits.
23. Ilmu Sanadil Hadits.
24. Ilmu Matanil Hadits.
25. Ilmu Rawiyul Hadits.
26. Sanad.
27. Matan.
28. Rawi.
29. Kedudukan Hadits Sebagai Sumber Hukum Islam.
30. Fungsi Hadits Terhadap Al-Qur'an.
31. Al-Hadits Sebagai Bayanul Taqrirul Qur'an.
32. Al-Hadits Sebagai Bayanul Tafsirul Qur'an.
33. Al-Hadits Sebagai Bayanul Tasyri'ul Qur'an.
34. Al-Hadits Sebagai Bayaul Nasikhul Qur'an.
35. Sejarah Perkembangan Hadits Pada Masa Rasulullah SAW.
36. Sejarah Perkembangan Hadits Pada Masa Sahabat Rasul.
37. Sejaran Perkembangan Hadits Pada Masa Tabi'in.
38. Sejarah Perkembangan Hadits Pada Masa Tabi' Tabi'in.
39. Sejarah Perkembangan Hadits Pada Masa Kodifikasi Hadits.
40. Sejarah Perkembangan Hadits Pada Masa Penyempurnaan dan Pengembangan Sistem Penyusunan Kitab-Kitab Hadits.
41. Pembagian Hadits Dari Segi Kuantitasnya.
42. Pembagian Hadits Dari Segi Kualitasnya.
43. Hadits Maqbul Dan 10 Contohnya.
44. Hadits Mardud Dan 10 Contohnya.
45. Hadits Shahih Dan 10 Contohnya.
46. Hadits Shahih Dan 10 Contohnya.
47. Hadits Hasan Dan 10 Contohnya.
48. Hadits Dha'if Dan 10 Contohnya.
49. Hadits Maudu' Dan 10 Contohnya.
50. Sistematika Penerimaan Hadits.
51. Sistematika Periwayatan Hadits.
52. Sejarah Peranan Wanita Dalam Periwayatan Hadits.
53. Sejarah Perkembangan Pemikiran 'Ulumul Hadits Pada Zaman Klasik.
54. Sejarah Perkembangan Pemikiran 'Ulumul Hadits Pada Zaman Pertengahan.
55. Sejarah Perkembangan Pemikiran 'Ulumul Hadits Pada Zaman Modernisasi.
56. Signifikasi Perkembangan Pemikiran 'Ulumul Hadits.
57. Sejarah Pemikiran 'Ulumul Hadits Di Indonesia.
58. Sejarah Pemikiran 'Ulumul Hadits Di Sibolga.
59. Sejarah Pemikiran 'Ulumul Hadits Di Tapanuli Tengah.
60. Biografi Singkat Para Ahli Hadits Dari Zaman Ke Zaman.

Keterangan lebih lanjut akan disampaikan dalam pertemuan kuliah dan saya sampaikan selamat bekerja semoga sukses menjadi peneliti religius. Tugas sudah dikumpul paling lambat 7 hari sebelum ujian semester.

Sumber:
http://www.faqihmuda.blogspot.com
http://www.kiyaimudaonline.blogspot.com

Kamis, 30 Juli 2009

Mengembangnya Alam Semesta

Putra Jagat Online: Dalam Al Qur'an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:

"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya." (Al Qur'an, 51:47)

Kata "langit", sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di banyak tempat dalam Al Qur'an dengan makna luar angkasa dan alam semesta. Di sini sekali lagi, kata tersebut digunakan dengan arti ini. Dengan kata lain, dalam Al Qur'an dikatakan bahwa alam semesta "mengalami perluasan atau mengembang". Dan inilah yang kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.

Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus "mengembang".

Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.

Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi. Sebuah alam semesta, di mana segala sesuatunya terus bergerak menjauhi satu sama lain, berarti bahwa alam semesta tersebut terus-menerus "mengembang". Pengamatan yang dilakukan di tahun-tahun berikutnya memperkokoh fakta bahwa alam semesta terus mengembang. Kenyataan ini diterangkan dalam Al Qur'an pada saat tak seorang pun mengetahuinya. Ini dikarenakan Al Qur'an adalah firman Allah, Sang Pencipta, dan Pengatur keseluruhan alam semesta.

Sumber:

http://www.keajaibanalquran.com/astronomy_expansion_universe.html