Penelusur

Tampilkan postingan dengan label Ilmu Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Mei 2009

Heboh Tentang Flu Babi


Putra Jagat Online dari www.syekhmudaonline.blogspot.com: Dewasa ini ramai orang membicarakan seputar keberadaan penampakan flu babi H1 N1, diantara mereka ada yang mendiskreditkan bani babi dan apa pula yang pro dengan bani babi, sementara para bani babi enjoy aja seolah tidak perduli dengan apapun kata dunia terhadap komunitas bani babi. Para bani babi amat disanjung dan dipuja oleh para komunitasnya, wajar jika pendiskreditan bani babi dibantah habis-habisan oleh para komunitas bani babi, mereka berteriak di kandangnya masing-masing dengan nada khas melengking membubung tinggi nyaris memekakkan telinga para pendengarnya, sejak babi putih, abu-abu dan hitam kini dicuci bersih di selnya masing-masing, diidolakan karena harganya cukup menggiurkan di pasar babi dan pakter babi.

Namun pun begitu, kita sebagai insan sesama makhluk ciptaan Allah, wajarlah jika kita merujuk pada firman Allah sebelum kita pro kontra tentang komunitas bani babi itu. Allah berfirman:

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya: "Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [2:173].

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ذَلِكُمْ فِسْقٌ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya: "Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [5:3].

قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِنْ ذَلِكَ مَثُوبَةً عِنْدَ اللَّهِ مَنْ لَعَنَهُ اللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوتَ أُولَئِكَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضَلُّ عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ

Artinya: "Katakanlah: "Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut ?". Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus." [5:60].

قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya: "Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi karena sesungguhnya semua itu kotor atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". [6:145]

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya: "Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [16:115].

Firiman Allah di atas memberi petunjuk kepada kita bahwa daging babi itu haram (jika dikerjakan berdosa dan jika ditinggalkan berpaha) dimakan, maka wajarlah jika para pemelihara, pedagang dan konsumen babi terkena virus H1 N1 karena mereka telah membangkang firman Allah, sebagai wujud dosa mereka kepada Allah karena mereka memelihara, jual beli dan mengkonsumsi daging babi, na'uzu billah, amit-amit jabang bayi. www.putrajagatonline.blogspot.com

Penomena Flu

Putra Jagat Online: Dulu yang kita tahu flu merupakan penyakit anak-anak yaitu ingus-ingusan, keluarnya lendir mirip cendol dari hidung anak-anak di bawah umur. Biasanya para orang tua kita dulu kalau kita masih ingusan dan belum mampu mengurus ingus kita sendiri belum diperbolehkan mengenal dunia cinta, apa lagi berumah tangga, alasannya karena mengurus ingusnya sendiri belum becus, konon mau mengurus rumah tangga, yang ditakutkan orang tua kita waktu itu adalah rumah tidak terurus karena asyik bermain ditangga saja jadi lupa ngurusin rumah.

Kemudian disaat kita sedang sibuk-sibuknya mengurusin ingus anak-anak, tiba-tiba kita dikejutkan dengan istilah virus flu tulang, terdapat lendir mirip ingus pada tulang manusia yang terjangkit penyakit virus flu tulang. Belum usai mengurus flu tulang, buru-buru kita dikejutkan dengan kedatangan tamu tak diundang yang bernama virus flu burung, para burung ikutan ingus-ingusan, banyak burung bermatian dan banyak unggas sekarat sebentar langsung mati dan anehnya menyerang pada komunitas manusia lewat angin. Belum tuntas mengurusin para burung yang ingusan, kita kini sedang dikejutkan dengan datangnya virus H1 N1 flu babi.

Virus H1 N1 flu babi tampaknya lebih ganas dari virus flu burung, flu tulang dan flu anak-anak, sangking ganasnya virus ini ternyata dapat membunuh manusia seketika terserang, lebih sadis dari Izroil, perjalanan virus ini lebih cepat menyebar ke sekujur tubuh dan seketika melumpuhkan kekuatan asabat jasad dan langsung mati. Sungguh ini merupakan peringatan dari Allah atas kesadisan manusia dalam membunuh babi untuk mereka konsumsi, mungkin komunitas babi itu menuntut balas atas kesadisan yang dilakukan terhadap mereka dan Allah meridhoinya sehingga terjadilah virus baru di dunia perfluan bernama virus H1 N1 flu babi. Dasar babi, binatang. Eh anehnya belum ditemukan obat untuk memusnahkan virus H1 N1 flu babi. Amerika Serikat sudah mulai pusing memikirkan cara mengantisipasi penyebaran virus H1 N1 flu babi.

Masih kuat dalam ingatan kita bahwa pada saat penyebaran virus flu burung, hampir semua burung yang diduga mengidap virus flu burung, dimusnahkan. Kayaknya sistem ini juga pantas dipakai untuk memberantas penyebaran virus H1 N1 flu babi yaitu dengan memusnahkan komunitas babi yang diduga terjangkit virus H1 N1 flu babi, adilkan? Agar tidak terjadi kecemburuan sosial di dunia perbinatangan, terutama antara komunitas burung dengan komunitas babi. Dengan demikian para burung tidak akan demonstrasi. Huwahahahaa Huwehehehee. www.putrajagatonline.blogspot.com